Evaluasi Daya Terima Nugget Ayam dan Udang sebagai Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal pada Anak Stunting di Desa Soco, Kabupaten Ngawi

Authors

  • Widya Sunu Prawita Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Author
  • Nisrina Azzah Umamah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Author
  • Nadhifatul Ilmi Islamiya Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Author
  • Regieta Ramasanti Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Author
  • Rahma Ramadhani Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Author
  • Zuhudil Akmal Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Author
  • Dian Yuliati Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Author

DOI:

https://doi.org/10.35968/mw4az378

Keywords:

PMT, stunting, uji organoleptic, daya terima

Abstract

Prevalensi stunting di Kabupaten Ngawi, khususnya di Desa Soco, masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan intervensi gizi berbasis pangan lokal yang tidak hanya bergizi tetapi juga memiliki daya terima tinggi pada anak. Salah satu kendala dalam program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah rendahnya penerimaan anak terhadap produk yang disediakan sehingga berdampak pada keberlanjutan konsumsi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi daya terima nugget ayam dan udang sebagai alternatif PMT berbasis pangan lokal yang dikembangkan sesuai preferensi anak dan kondisi masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui uji hedonik (organoleptik) terhadap lima parameter sensori, yaitu rasa, aroma, warna, tekstur, dan penampilan, dengan melibatkan delapan panelis yang terdiri dari anak stunting dan ibu pendamping. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar panelis memberikan penilaian “suka” hingga “sangat suka” pada seluruh parameter, meskipun terdapat masukan terkait variasi aroma, warna, dan tekstur yang perlu disempurnakan. Temuan ini menunjukkan bahwa nugget ayam dan udang memiliki tingkat penerimaan yang baik serta berpotensi dikembangkan sebagai PMT yang terjangkau, mudah dibuat, dan kontekstual dengan kebutuhan masyarakat desa. Inovasi ini tidak hanya berkontribusi pada diversifikasi PMT lokal, tetapi juga mendukung pendekatan pengabdian partisipatif dalam upaya pencegahan stunting di tingkat komunitas.

 

The prevalence of stunting in Ngawi Regency, particularly in Soco Village, remains a public health concern that requires nutrition interventions based on local food resources that are not only nutritious but also highly acceptable to children. One of the main challenges in the Supplementary Feeding Program (PMT) is the low level of children’s acceptance of the provided foods, which affects the sustainability of consumption. This community service activity aimed to evaluate the acceptability of chicken and shrimp nuggets as an alternative locally based PMT developed in accordance with children’s preferences and the socio-cultural conditions of the local community. The study employed a descriptive qualitative approach through hedonic (organoleptic) testing of five sensory parameters—taste, aroma, color, texture, and appearance—involving eight panelists consisting of stunted children and their mothers. The evaluation results indicated that most panelists rated the product from “liked” to “highly liked” across all parameters, although some feedback related to aroma, color, and texture variations suggested areas for further improvement. These findings indicate that chicken and shrimp nuggets demonstrate good acceptability and have the potential to be developed as an affordable, easy-to-prepare PMT that is contextually aligned with the needs of rural communities. This innovation not only contributes to the diversification of local PMT products but also supports a participatory community service approach in efforts to prevent stunting at the community level

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akbar, M. Ainin, Q., Ariyanto, Y., & Kinanthi, C. A. (2023). Hubungan pendidikan ibu, praktik pengasuhan, dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di desa lokus stunting wilayah kerja Puskesmas Paron Kabupaten Ngawi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1), 89–95. https://doi.org/10.14710/jkm.v11i1.35848

Darubekti, N. (2021). Pemberian makanan tambahan (PMT) pemulihan bagi balita gizi buruk. Prosiding Penelitian Pendidikan dan Pengabdian, 1(1), 639–644. http://prosiding.rcipublisher.org/index.php/prosiding/article/view/200

Hadju, V. A., Aulia, U., & Mahdang, P. A. (2023). Pengaruh pemberian makanan tambahan (PMT) lokal terhadap perubahan status gizi balita. Gema Wiralodra, 14(1), 105-111.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Petunjuk teknis pemberian makanan tambahan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Diakses dari https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/survei-status-gizi-indonesia-ssgi-2024/ badankebijakan.kemkes.go.idbadankebijakan.kemkes.go.id

Kurniawati, F.,& Komalyna, I.N.T. (2021). Pastel Tutup Daging Ayam dan Daun Kelor sebagai Pemberian Makanan Tambahan Balita Stunting di Puskesmas Dinoyo Kota Malang: Kajian Nilai Gizi, Mutu Protein dan Daya Terima. AgriHealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health. 2(1), 8-16.

https://doi.org/10.20961/agrihealth.v2i1.47071

Putri, A. S. R., & Mahmudiono, T. (2020). Efektivitas pemberian makanan tambahan (PMT) Pemulihan pada status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Simomulyo, Surabaya. Amerta Nutrition, 4(1), 58-64.

Sinaga, E. S., Rasyid, I. A., Mubarok, M. R., Sudharma, N. I., & Nolia, H. (2023). Pemantauan Konsumsi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Dalam Meningkatkan Berat Badan Balita Dengan Masalah Gizi. ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 6(1), 1-8.

World Health Organization (2015). Stunting in a nutshell. Diakses 10 Juli 2025, dari https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell

Zilawati, N., & Wahyuningsih. (2019). Gambaran pengetahuan ibu balita tentang gizi pada balita usia 1–5 tahun di Puskesmas Wonogiri I. Jurnal Kebidanan, 11(2), 170–178. https://doi.org/10.35872/jurkeb.v11i02.353, Hendriani, S., Fiona, & Syamsuri, A. R. (2025). Pengaruh Soft Skill dan Hard Skill Terhadap Kesiapan Kerja Dengan Pengalaman Magang Sebagai Variabel Moderasi Pada Mahasiswa. Jurnal Bisnis Mahasiswa, 5(4), 2199-2212. doi:https://doi.org/10.60036/jbm.734

Dewi, L. K., Rauf, E. U., & Purnama, H. (Mei 2023). Latihan Dasar Kepemimpinan Di Desa Lumbir Rejo Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran. Swarna, 546-552. doi:https://doi.org/10.55681/swarna.v2i5.536

Ermini, Suryati, Disurya, R., Husnulwati, S., Sardana, L., Wahyuningsih, S., & Najib, M. (2022). Membangun Karakter Peserta Didik Melalui Penanaman dan Pemahaman Nilai-Nilai Pancasila di SMA Negeri 1 Lempuing. Jurnal PKM, 5(2), 236-242. doi:http://dx.doi.org/10.30998/jurnalpkm.v5i2.8094

Khaerul, U. (2012). Manajemen Organisasi. Bandung: Pustaka Setia.

Medho, Y. F., Tokan, F. B., Boro, V. I., Hurek, U. O., Lamawuran, Y. D., & Ethelbert, Y. K. (2023). Pelatihan Kepemimpinan Tingkat Dasar Untuk Pengurus OSIS di Sekolah SMAN 1 Mauponggo, Kabupaten Nagekeo. 5097-5110. doi:https://doi.org/10.33024/jkpm.v6i11.12428

Mohammad, S. (2008). Orientasi Kesejahteraan Sosial. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Rachmawati, I. K. (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Andi Offset.

Rawis, J. A., & Kaligis, J. N. (2023). Supervisi dan Evaluasi Pendidikan. Cirebon: Arr Rad Pratama.

Suharto, E. (2013). Kebijakan Sosial Sebagai Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.

Syafie, I. K. (2001). Filsafat Pemerintahan: Mencari Bentuk Good Governance yang Sebenarnya Secara Universal. Jakarta: Pertja.

Wijiharta, W., Priastomo, T., Murtadlo, M., & Basyariah, N. (2022). Pengembangan Soft Skill Leadership Mahasiswa Melalui Keaktifan Dalam Organisasi Kemahasiswaan. Youth Leadership and Career Planning Journal, 2(1), 1-6. doi:https://doi.org/10.5281/zenodo.8331745

Additional Files

Published

06-01-2026

How to Cite

Evaluasi Daya Terima Nugget Ayam dan Udang sebagai Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal pada Anak Stunting di Desa Soco, Kabupaten Ngawi. (2026). Jurnal Bakti Dirgantara, 3(1), 30-37. https://doi.org/10.35968/mw4az378