Edukasi Bahaya Merokok Pada Remaja untuk Pencegahan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Pada Remaja di SMAN 2 Sukatani
DOI:
https://doi.org/10.35968/hkfzgq55Keywords:
PPOK, Remaja, Merokok, Edukasi KesehatanAbstract
Merokok pada remaja merupakan ancaman serius karena pada masa ini tubuh dan otak masih berkembang, sehingga paparan nikotin dapat menyebabkan kecanduan permanen serta gangguan fungsi paru dan jantung. Kebiasaan merokok sejak usia muda juga meningkatkan risiko terkena Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Urgensi kegiatan ini terletak pada tingginya angka perokok baru di Jawa Barat yang mencapai 53,8%, di mana novelty PkM ini mengintegrasikan edukasi patofisiologi PPOK sebagai daya tawar persuasif guna memutus inisiasi merokok dini . Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja di SMAN 2 Sukatani mengenai bahaya merokok sebagai upaya pencegahan PPOK. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan melalui ceramah dan diskusi interaktif serta pengukuran tingkat pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 60,2 menjadi 85,6. Peningkatan pengetahuan ini merupakan indikator awal yang krusial bagi transformasi perilaku kesehatan peserta, bukan sekadar capaian angka kuantitatif. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam upaya promotif-preventif dengan membangun kesadaran kognitif remaja untuk menghindari faktor risiko utama penyakit kronis. Disimpulkan bahwa edukasi secara berkala diperlukan untuk membentuk karakter remaja yang positif dan bebas asap rokok
Smoking among adolescents is a serious threat because during this period the body and brain are still developing, so exposure to nicotine can cause permanent addiction and impaired lung and heart function. The habit of smoking from a young age also increases the risk of developing Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). The urgency of this activity lies in the high number of new smokers in West Java, which reached 53.8%, where the novelty of this PkM integrates education on the pathophysiology of COPD as a persuasive bargaining power to break the early initiation of smoking. This activity aims to increase the knowledge and awareness of adolescents at SMAN 2 Sukatani regarding the dangers of smoking as an effort to prevent COPD. The method used is health education through lectures and interactive discussions as well as measuring the level of knowledge through pre-tests and post-tests. The results of the activity showed an increase in the average knowledge score from 60.2 to 85.6. This increase in knowledge is a crucial early indicator for the transformation of participants' health behavior, not just a quantitative achievement. This activity makes a real contribution to promotive-preventive efforts by building adolescents' cognitive awareness to avoid the main risk factors for chronic diseases. It was concluded that regular education is needed to form positive and smoke-free adolescent characters.
Downloads
References
As Siddiq Irzal, M. M., Arfah, M., Arya Soma, R., Azmiatik, H., Mustika Andini, A., Dasba Kurniawan, J., Cyntia Permata, A., Yulinda Arvenita, A., Desmawati, D., Tristianingrum, I., Afdhal Mario Engkana, A., Najla Ashila, D., & Fauziah Fachrani, D. (2025). Prevention of adolescent smoking through participatory education at MTS Babul Mujahidin, Bayan Village, North Lombok. Journal of Community Health Services), 3(3). https://doi.org/10.25311/jpkk.Vol5.Iss2.2378
Budiarto, E., Agustin, M., Bratajaya, C. N. A., & Sartika, M. (2025). Motivasi berhenti merokok pada remaja pesisir pantai sederhana Kabupaten Bekasi. Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan), 9(1), 15–23. https://doi.org/10.51873/jhhs.v9i1.365
Maulinda, D., Linda, O., & A’yuni, E. N. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok siswa SMK Taman Harapan Bekasi Tahun 2024. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 4(2), 65–73. https://journal.stikespmc.ac.id/index.php/JK
Murti, F. A., & Sari, M. (2025). Faktor individu dan peran guru pendidikan agama Islam terhadap perilaku merokok siswa. Jurnal ilmu Kesehatan Masyarakat, 14(2s), 13. http://journals.uima.ac.id/index.php/jikm
Najihah, N., Paridah, P., Aldianto, D., & Asmhyaty, A. (2023). Edukasi bahaya merokok sebagai upaya Pencegahan Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK). Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, 4(1), 91–95. https://doi.org/10.35311/jmpm.v4i1.161
Napitu, D. R., & Zamli. (2025). Penyuluhan bahaya rokok pada remaja di Posyandu Remaja di Desa Wakan Kecamatan Amurang Barat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(5).
Prisie, M. Y. N. (2024). Kemenkes: Prevalensi merokok usia 10-18 tahun turun ke 7,4 persen. ANTARA. https://www.antaranews.com/berita/4126569/kemenkes-prevalensi-merokok-usia-10-18-tahun-turun-ke-74-persen
Rifandini, A., Wijdaningtyas, N., Ramadhani, N., Syavina, P., Nurizkiah, R., Kania Sugandi, T., & Inriyana, R. (t.t.). Peningkatan pengetahuan masyarakat melalui pendidikan kesehatan tentang PPOK di RW 5 Desa Margamukti. Dalam Bina Sehat Masyarakat (Vol. 5, Nomor 1).
Said, S., Ramlan, P., Adri, K., Sulaiman, Z., Febrianti, D., Studi Administrasi Kesehatan, P., Muhammadiyah Sidenreng Rappang, U., & korespondensi, penulis. (2025). Peningkatan pengetahuan tentang bahaya merokok melalui edukasi kesehatan pada Siswa SMA Negeri 1 Sidenreng Rappang. Mujtama’ Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 95.
Sargent, J. D., Halenar, M., Steinberg, A. W., Ozga, J., Tang, Z., Stanton, C. A., & Paulin, L. M. (2023). Childhood cigarette smoking and risk of chronic obstructive pulmonary disease in older U.S. adults. American journal of respiratory and critical care medicine, 208(4), 428–434. https://doi.org/10.1164/rccm.202303-0476OC
Tarmizi, S. N. (2024a). Perokok aktif di Indonesia tembus 70 juta orang, mayoritas anak muda. Kemenkes RI. https://kemkes.go.id/id/perokok-aktif-di-indonesia-tembus-70-juta-orang-mayoritas-anak-muda
Tarmizi, S. N. (2024b, Agustus 2). Tekan konsumsi perokok anak dan remaja. Kemenkes RI. https://kemkes.go.id/eng/tekan-konsumsi-perokok-anak-dan-remaja
WHO. (2026). Smoking is the leading cause of chronic obstructive pulmonary disease. World Health Organization. https://www.who.int/news/item/15-11-2023-smoking-is-the-leading-cause-of-chronic-obstructive-pulmonary-disease
Widyawati. (2021, November 23). Merokok, penyebab utama penyakit paru obstruktif kronis. Kemenkes RI. https://kemkes.go.id/id/merokok-penyebab-utama-penyakit-paru-obstruktif-kronis
Wijayanti, E., & Ronoatmodjo, S. (2025). Literatur review: Pengaruh teman sebaya dan perilaku merokok pada remaja. Jurnal Ners, 9, 2685–2690. http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners
Yulianti, N., Cleopatra, M., Sahrazad, S., Ibnu Djafar, H., Widiyarto, S., Haries Hasimongan, R., Widiarto, T., Damayanti, N., Kebidanan, P., Budi Kemuliaan, S., Informatika, P., & Pendidikan Bimbingan dan Konseling, P. (2023). Penyuluhan kesehatan bahayanya merokok bagi siswa SMP. Community Development Journal, 4(Juni).
Yunarman, S., M. Ilham Gilang, Sri Wahyu Nurhidayati, & Arga Dwi Praditya. (2025). Urgensi pencegahan siswa perokok di lingkungan sekolah untuk mendukung pencapaian tujuan SDGs di Indonesia. Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial, 539–554. https://doi.org/10.19105/ejpis.v1i.19149
