Implementasi Terapi Teknik Grounding (Stress Ball) Dalam Menurunkan Perilaku Self-Harm pada Pasien Halusinasi Pendengaran di Panti Sosial Bina Laras Cipayung
DOI:
https://doi.org/10.35968/dt4bbr21Keywords:
Grounding, Halusinasi Pendengaran, Perilaku Menyakiti Diri, Stress Ball, Terapi Non-farmakologisAbstract
Halusinasi pendengaran, terutama yang bersifat memerintah, dapat meningkatkan risiko perilaku menyakiti diri (self-harm) pada pasien dengan gangguan jiwa. Intervensi nonfarmakologis yang sederhana dan aplikatif diperlukan untuk membantu pasien mengalihkan perhatian dari stimulus halusinatif ke realitas. Penelitian ini bertujuan menggambarkan implementasi terapi teknik grounding menggunakan stress ball dalam menurunkan perilaku self-harm pada pasien dengan halusinasi pendengaran di Panti Sosial Bina Laras Cipayung. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada tiga pasien yang mengalami halusinasi pendengaran disertai perilaku self-harm. Intervensi diberikan selama empat hari. Pengukuran tingkat self-harm dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Self-Harm Screening Inventory (SHSI), disertai observasi langsung dan pencatatan respon harian pasien. Hasil menunjukkan adanya penurunan skor self-harm pada seluruh responden, yaitu dari 7 menjadi 2 pada responden 1, dari 11 menjadi 3 pada responden 2, dan dari 14 menjadi 5 pada responden 3. Selama intervensi, pasien juga tampak lebih mampu mengalihkan fokus dari isi halusinasi, lebih tenang, dan lebih kooperatif. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik grounding menggunakan stress ball berpotensi membantu menurunkan perilaku self-harm pada pasien dengan halusinasi pendengaran. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pendekatan nonfarmakologis sederhana dalam praktik keperawatan jiwa, meskipun penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar masih diperlukan.
Auditory hallucinations, particularly command hallucinations, may increase the risk of self-harming behavior in patients with mental disorders. A simple and practical non-pharmacological intervention is needed to help patients shift their attention from hallucinatory stimuli to reality. This study aimed to describe the implementation of a grounding technique using a stress ball to reduce self-harming behavior among patients with auditory hallucinations at Panti Sosial Bina Laras Cipayung. A descriptive case study design was employed involving three patients who experienced auditory hallucinations accompanied by self-harming behavior. The intervention was administered for four days. The level of self-harm was assessed before and after the intervention using the Self-Harm Screening Inventory (SHSI), supported by direct observation and daily response records. The results showed a decrease in self-harm scores in all participants, from 7 to 2 in respondent 1, from 11 to 3 in respondent 2, and from 14 to 5 in respondent 3. During the intervention, patients also appeared more able to shift their focus away from hallucinatory content, became calmer, and showed better cooperation. These findings indicate that the grounding technique using a stress ball may help reduce self-harming behavior in patients with auditory hallucinations. This intervention may be considered a simple non-pharmacological approach in psychiatric nursing practice; however, further studies with larger samples are needed.
