Studi Kasus Implementasi Terapi Rendam Kaki Air Hangat Pada Perubahan Tekanan Darah Dengan Pasien Hipertensi
DOI:
https://doi.org/10.35968/7wtcpp22Keywords:
Hipertensi, Terapi Rendam Kaki Air hangat , Tekanan darahAbstract
Hipertensi adalah ketika pengukuran tekanan darah menunjukkan tekanan darah sistolik diatas 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik diatas 90 mmHg, kondisi tersebut dikenal sebagai Hipertensi, atau tekanan darah tinggi. Tujuan mengganbarkan penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi melalui implementasi terapi rendam kaki air hangat. Desain naskah ini adalah studi kasus deskriptif pada pasien hipertensi. Prosedur pemantauan kesehatan ini diterapkan selama tiga hari berturut-turut pada penderita melalui wawancara, observasi, dan pengukuran tekanan darah. Intervensi dilakukan mandiri oleh subjek menggunakan terapi rendam kaki ke dalam wadah berisi air hangat bersuhu 37–40°C selama durasi 15–20 menit, dengan pengukuran tensi yang dikontrol ketat memanfaatkan alat pengukur tekanan darah sebelum dan sesudah tindakan dilaksanakan. Kedua subjek tetap patuh mengonsumsi obat antihipertensi medis selama pengamatan. Setelah 3 hari intervensi, terdapat penurunan tekanan darah dan keluhan subjektif pada kedua subjek. Tekanan darah awal pada subjek 1 140/90 mmHg berubah menjadi 130/80 mmHg pada hari terakhir, pada subjek ke 2 tekanan darah awal 150/90 mmHg berubah menjadi 130/80 mmHg. Implementasi terapi rendam kaki air hangat memberikan gambaran penurunan tekanan darah secara bertahap pada kedua subjek. Terapi komplementer ini dapat dipertimbangkan sebagai intervensi pendamping yang aman dalam asuhan keperawatan medikal bedah.
Hypertension is when blood pressure measurements show systolic blood pressure above 140 mmHg and/or diastolic blood pressure above 90 mmHg, this condition is known as hypertension, or high blood pressure. The purpose of this study is to describe the reduction of blood pressure in hypertensive patients through the implementation of warm water foot soak therapy. The design of this manuscript is a descriptive case study in hypertensive patients. This health monitoring procedure was applied for three consecutive days to patients through interviews, observations, and blood pressure measurements. The intervention was carried out independently by the subjects using foot soak therapy in a container filled with warm water at a temperature of 37–40°C for a duration of 15–20 minutes, with tightly controlled blood pressure measurements using a blood pressure measuring device before and after the procedure was carried out. Both subjects remained compliant in taking medical antihypertensive medication during the observation. After 3 days of intervention, there was a decrease in blood pressure and subjective complaints in both subjects. Subject 1's initial blood pressure of 140/90 mmHg changed to 130/80 mmHg on the last day, and subject 2's initial blood pressure of 150/90 mmHg changed to 130/80 mmHg. Implementation of warm water foot soak therapy showed a gradual decrease in blood pressure in both subjects. This complementary therapy can be considered a safe complementary intervention in medical-surgical nursing care.
References
Aisah, S. (2022). Penerapan Terapi Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi. [Karya Tulis Ilmiah]. Tersedia di Repositori Institusi/Perpustakaan (Sesuai kampus asal, biasanya Poltekkes atau STIKes).
Brunner & Suddarth, 2022. Buku ajar Keperawatan medikal bedah, edisi 8 vol 3, 2022 dki Jakarta.
Hasanah, U., Bodro Ardi, N., Hawara, G., Handoko, W., Al Azhari, M., Stikes, R. N., Dharma, W., Tangerang, H., & Selatan, K. T. (2024). Edukasi Kesehatan Hipertensi Kepada Di Wilayah Kelurahan Kedaung Rt 03/ Rw 014 Kecamatan Pamulang Kota. In Jurnal Abdi Masyarakat (Vol. 5, Issue 1).
Gray, J. R., & Grove, S. K. (2021). The Practice of Nursing Research: Appraisal, Synthesis, and Generation of Evidence. 9th Edition. St. Louis: Elsevier.
Kemenkes. (2023). Prevalensi, Dampak, serta Upaya Pengendalian Hipertensi & Diabetes di Indonesia. Kementrian Kesehatan Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. https://drive.google.com.
Nieswiadomy, R. M., & Bailey, C. (2020). Foundations of Nursing Research. 7th Edition. New York: Pearson.
Nurpratiwi, Hidayat, U. R., & Putri, S. B. (2021). Rendam Kaki Air Hangat Jahe Dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi. Khatulistiwa Nursing Journal, 3(1), 8–19. https://doi.org/10.53399/knj.v3i1.55.
Polit, D. F., & Beck, C. T. (2023). Nursing research: Generating and assessing evidence for nursing practice (11th ed.). Philadelphia: Wolters Kluwer.
Polit, D. F., & Beck, C. T. (2021). Nursing Research: Generating and Assessing Evidence for Nursing Practice. 11th Edition. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.
Rahmi, N., Husna, A., & Mahfuzha, D. (2024). Factors Associated with Hypertension in Jambo Apha Village Tapaktuan District South Aceh Regency. Journal of Healtcare Technology and Medicine, 10(2), 211–223.
Safitri, A. D., Susilowati, T., & Purnamawati, F. (2022). Penerapan Terapi Rendam Kaki Air Jahe Hangat Pada Lansia Penderita Hipertensi Di RSUD dr. Soeratno Gemolong. 1(1), 35–38.
Sutinah, & Nopriani, Y. (2024). Kombinasi Rendam Kaki Air Hangat Dengan Rebusan Jahe dan Sirih Merah Terhadap Penurunan Tekanan Darah Tinggi Pada Pasien Lansi Dengan Hipertensi. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5, 4340–4349.
World Health Organinization. (2023). First WHO report details devastating impact of hypertension and ways to stop it. PAHO: Pan American Health Organization.
